Selasa, 17 Mei 2011

Aku Tidak Membencimu—Mungkin

Tidak
.
Tidak kok, tidak ada yang menyalahkanmu untuk berkata
Tidak kok, tidak ada yang menyalahkanmu untuk bercanda
Tidak kok, tidak ada yang menyalahkanmu untuk tertawa
Tidak kok, tidak ada yang menyalahkanmu untuk mencela
Tidak kok, tidak ada yang menyalahkanmu untuk menghina

Beneran deh, tidak ada yang menyalahkanmu
.
Atau pikirmu seperti itu

Tidak, aku tidak bisa membaca pikiranmu,
tapi aku bisa membaca ekspresimu

Mudah saja,
semua terbaca atas apa yang terpampang jelas di wajahmu
terutama di matamu
sekali pandang saja, aku tahu perasaanmu
kilat di matamu
rasa bencimu padaku

Dan telah mencapai sebuah akhir

Akhir. Begitu pula akhir dari sandiwara, akhir dari peran, akhir dari kepura-puraan, akhir dari kesenangan yang telah lama dimainkan
akhir dari candu yang telah membiru
dan semua dapat kau baca dari wajahku
.
 sebenarnya aku—sedikit—membencimu

Jumat, 25 Februari 2011

Karena Itu Kami

Dan kau, kau, ya kau
Dengarkan dan perhatikan

Kami egois, kami sensitif
Kau buat kesalahan, kami tak akan melupakan
Kau batalkan perjanjian, kami tak berikan kepercayaan
Kata maaf sulit kami terima dan lontarkan,
untuk apa,
kami tak merasa membuat kesalahan

Kami berhati-hati, pada ucapan
Kami tak semudah itu berkata,
tak semudah itu mencela
Kami berbeda, darimu, dari mereka, dari dunia

Aku Minoritas, Kau Mayoritas

Dan, kau, kau, ya kau

Kami berbeda, darimu, padamu, dari mereka
Kau tak tahu, kau tak pernah tau,
karena kau-seperti mereka, seperti yang lainnya-tak pernah mau tahu
Pada diri kami, menyendiri, memisah diri

Kau tak tahu, mayoritas tak pernah mau tahu,
hanya mementingkan kebutuhanmu
Tak pernah menengok pada kami, di sini, di tempat ini

Kau tak pernah tahu, minoritas
Kau selalu tahu, mayoritas

Kamis, 24 Februari 2011

Dihempas, Terhempas, Menghempas

Hei, apakah kau mendengar ayunan kapal?
Saat laut bergolak, menggulung, murka
Saat kumolonimbus berarak, bergulung, bercanda
Saat petir menyembul, berkilat, tertawa
Apakah kau mendengarnya?

Saat mereka berpesta

Saat kami menjerit, miris, tersapu
Saat bergelontangan, berpijak, menyapu
Saat bibir bergerak, meminta, berdoa, meminta perlindunganmu
Apakah ada yang mendengar kami? Dirimu, kaummu?
Atau ini hukuman untuk kami atas kutukanmu?

Manis seperti coklat meleleh
Pahit seperti secangkir kopi tanpa gula
Asin seperti segenggam garam
Segar seperti seteguk cairan
Mereguk, bertaruh, bercampur, meracuni, menyusup lembut, terpendam, bergolak, dimuntahkan
Bunyi memekakkan
Luruh ke tepi, terjun, terjatuh, menetes, bercampur, bergulung

Amis seperti besi menyapu
Tertuang, keluarkan, mengalir, bentuk aliran, jatuh, bercampur

Pernah merasa?
Bertaruh hidup, mengikat tiang, tegolek lemas, tak berdaya
Hilang makanan, hilang minuman, terkungkung cairan sepanjang mata
Penguasa siang terbangun, bersinar, tersenyum, menyinari, membayangi, menguapi
Lembut bertiup, menerpa, menggoyang badan, mengeringkan
Mulut bergerak, merintih, berterima kasih, mengucap syukur lirih

Tercekat
Menusuk, terengah-engah, muntahkan, napas pendek-pendek, menengadah, pucat

Saatnya?

Terapung, terapung, terapung, terapung, terapung
tera-
lalu mati